Gelar Dies Maulidiyah, IAIIG Cilacap Dorong Mahasiswa Aktif di Masyarakat

Gelar Dies Maulidiyah, IAIIG Cilacap Dorong Mahasiswa Aktif di Masyarakat

Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (Unugha) Cilacap Kamis (22/11) siang terlihat ramai. Sebuah panggung besar lengkap dengan pengeras suaranya sudah berdiri megah di depan halaman kampus. Beberapa orang mahasiswa terlihat sibuk hilir mudik mempersiapkan acara yang tampaknya sebentar lagi akan dimulai.

Didepan panggung, puluhan kursi yang disediakan panitia terlihat sudah penuh terisi oleh beberapa tamu undangan dan mahasiswa yang akan mengikuti acara pembukaan Dies Maulidnya ke 18 Tahun yang digelar oleh Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam (KMPA) di kampus tersebut.

Imam Ghozali Pencinta Alam (IGHOPALA) begitu mereka menyebutnya. Merupakan salah satu dari 11 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas milik NU yang berlokasi di Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Dies Maulidiyah adalah dua acara yang kami gabungan menjadi satu, yaitu acara Hari Lahir (Harlah) KMPA IGHOPALA ke 18 dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Bagus Ginanjar Mustofa, ketua IGHOPALA kepada NU Online.

Acara yang bertema Rekontekstualisasi Kebangkitan Organisasi Dalam Upaya Menjawab Tantangan Global di Era Revolusi Industri itu merupakan respon terhadap situasi hari ini yang mengharuskan mahasiswa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Organisasi mahasiswa atau mahasiswa harus mampu menjawab tantangan zaman, mampu memberikan sesuatu yang beda ditengah-tengah masyarakat,” lanjut Bagus.

Menurut Bagus, di era revolusi industri seperti sekarang ini pernah serta mahasiswa sangat penting untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat, baik dalam bentuk kegiatan bersama maupun pembelajaran bersama.

“Intinya, dimonentum Harlah dan Maulid Nabi ini kami mendorong para mahasiswa agar aktif di masyarakat, jangan pasif,” tegas Bagus.

Tiga Pilar Organisasi

Rektor Unugha Cilacap, KH Nasrulloh dalam sambutannya menjelaskan tiga nilai dasar gerakan organisasi mahasiswa di kampus Unugha, yaitu Berbasis Ijtihadiyah, Jihadiyah dan Mujahadah.

Pertama berbasis pemikiran atau ijtihadiyah, yaitu mengedepankan kemampuan berfikir positif dan kritis sebagai landasan dalam menjalankan roda organisasi.

“Kedua berbasis jihadiyah atau lebih mengedepankan kemampuan fisik dalam bertidak, dan berprilaku dan ketiga berbasis mujahadah,” jelasnya.

Jika ketiga komponen tersebut bisa dilaksanakan dengan baik, maka menurut KH Nasrulloh akan memberikan dampak yang baik pula kepada mahasiswa dan lingkungan sekitar nya.

“Jika semuanya diterapkan dengan bener, maka akan memberikan dampak yang baik kepada kita dan masyarakat sekitar kita,” tegas Kiai yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidyah PCNU Cilacap itu.

Beberapa rangkaian kegiatan Dies Maulidiyah ke 18 yang berlangsung selama empat hari (22-25/11) tersebut meliputi, Festival Hadroh, Donor Darah, Lomba Fotografi, Bakti Sosial, Seminar Lingkungan, IGHOPALA Bersholawat dan Gerakan Ayo Menanam. Kifayatul Ahyar